Serba sendiri

Bagi yang sudah pernah keluar negeri mungkin bakalan merasakan bagamana rasanya tinggal di Indonesia semuanya serba dilayani. Salah satunya adalah pada saat kita membayar semua belanjaan kita di swalayan atau hypermarket. Kalau di Indonesia, kasirnya lah yang akan memasukkan semua belanjaan kita ke kantong plastik dan terkadang kita dengan enaknya hanya menontonnya saja. Tetapi apa yang terjadi di luar negeri khususnya di negara-negara yang sudah pernah saya kunjungi?

Seperti pengalaman saya waktu di Prancis, kita sendiri lah alias si pembeli lah yang memasukkan semua belanjaannya ke kantong plastik. Jadi kasir hanya meng-scan barang-barang yang kita beli tetapi tidak memasukkannya ke kantong plastik. Malah di Prancis sendiri sudah digalakan untuk tidak menggunakan kantong plastik, alias swalayan dan semacamnya tidak memberikan plastiknya cuma-cuma. Kalau mau kantong plastik, ya harus membeli di kasirnya tersebut. Dengan demikian, semakin berkurang lah penggunaan kantong plastik, karena para pembelinya selalu membawa kantong-kantong plastik sendiri dari rumahnya masing-masing.

Selain kantong plastik, pemakaian trolley juga tidak seperti di Indonesia yang disediakan begitu banyak dan gratis untuk memakainya. Di Prancis dan UK (khususnya Edinburgh), kalau mau pakai trolley harus menyiapkan koin 1 Euro/Poundsterling untuk melepaskan trolley tersebut dari rantai yang mengikat trolley-trolley tersebut. Tetapi koin itu bisa kita dapatkan lagi setelah kita rantai kembali trolley yang tadi telah kita pakai. Di salah satu supermarket di Edinburgh, yaitu ASDA, mereka menyediakan trolley-trolley kecil yang tidak memerlukan koin untuk menggunakannya, tetapi hanya tersedia dalam jumlah yang sangat sedikit. Untuk di Edinburgh, kantong plastik masih bisa kita minta dengan gratis walaupun dimana-mana ada pamflet dan pengumuman yang menganjurkan untuk kita memakainya kembali plastik yang sudah kita pakai, jadi penggunaannya ke depannya bisa semakin sedikit…

Oiya, ada hal baru lagi yang saya temukan di supermarket atau hypermarket yang ada Prancis dan Edinburgh (UK). Ada kasir yang tidak dijaga oleh orang, alias self-service. So, kita sebagai pembeli lah yang meng-scan-nya sendiri, kemudian membayarnya juga dilakukan oleh kita sendiri melalui Debit/Credit Card, dan absolutely memasukkan barang-barang belanjaan kita ke dalam kantong plastik sendiri pula. Kalau misalkan Self-Service Kasir ini diterapkan di Indonesia, apa jadinya ya? Yang ada pada nyelonong aja kali ya tanpa ngebayar, he4x…

Sekarang bisa kebayang sedikit dunk bagaimana kita benar-benar sangat-sangat dimanjakan hidup di Indonesia itu…. Tetapi untuk masalah transportasi, jangan dibandingkan deh ya… Jauh-jauh berbeda sekali… Mudah-mudahan saja suatu hari nanti Indonesia bisa mempunyai sistem transportasi yang sangat-sangat nyaman dan aman…


  • Jangan salah to, disini juga lagi digalakan “kantin kejujuran”.  Sama ga ada pelayannya juga. Bedanya, disana scan sendiri, trus langsung bayar sendiri pake kartu kredit, disini cuma disediain kaleng untuk taruh bayarannya. Cuma belum tau tuh, pada jujur ga ya. Walllahu alam…