PON XX Papua 2021, Mentari Harapan Baru dari Timur

Siapa yang tidak kenal Lisa Rumbewas, atlet angkat besi peraih medali perak di kelas 48 kilogram putri Olimpiade Sydney 2000 dan kelas 53 kilogram putri Olimpiade Athena 2004. Siapa juga yang tidak kenal Boaz Solossa (terutama bagi pencinta sepakbola), salah satu penyerang di Tim Nasional Sepakbola Indonesia.

Selain Lisa Rumbewas dan Boaz Solossa, masih banyak atlet-atlet Indonesia lainnya yang berasal dari Papua, antara lain: Franklin Ramses Burumi (atletik), Jailani Ladjanibi (futsal), dan masih banyak atlet-atlet lainnya yang sudah mengharumkan nama bangsa. Bahkan terdapat 23 atlet Papua yang memperkuat Tim Nasional Indonesia di SEA Games Filipina tahun 2019 silam.

Dalam ajang multi-event tingkat nasional, Pekan Olahraga Nasional, Provinsi Papua selalu berhasil masuk dalam 15 besar perolehan medali pada penyelenggaraan empat Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir:

  • Peringkat 8 pada PON XIX Jawa Barat 2016
    (17 medali emas, 19 medali perak, dan 32 medali perunggu)
  • Peringkat 15 pada PON XVIII Riau 2012
    (9 medali emas, 11 medali perak, dan 16 medali perunggu)
  • Peringkat 11 pada PON XVII Kalimantan Timur 2008
    (14 medali emas, 21 medali perak, dan 17 medali perunggu)
  • Peringkat 7 pada PON XVI Sumatera Selatan 2004
    (23 medali emas, 13 medali perak, dan 19 medali perunggu)

Semenjak penyelenggaraan pertama PON pada tahun 1948, Provinsi Papua belum pernah menjadi tuan rumah PON. Provinsi Papua akhirnya mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah setelah berhasil mengalahkan Provinsi Bali dan Aceh dengan mendapatkan suara terbanyak saat pemungutan suara calon tuan rumah PON XX 2020 pada Rapat Anggota Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Sebagai tuan rumah suatu ajang multi-event seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), pembangunan sarana dan prasarana dengan standar tertentu biasanya dilakukan oleh tuan rumah. Hal ini dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan ajang multi-event tersebut.

Salah satu pembangunan yang dilakukan dalam rangka menyambut PON XX Papua adalah pembangunan Stadion Lukas Enembe (sebelumnya bernama Stadion Papua Bangkit). Stadion yang terletak di Kampung Harapan, Dsitrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua dibangun dengan mengikuti standar Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Stadion ini rencananya akan dijadikan lokasi acara pembukaan dan penutupan PON XX Papua 2021.

Selain Stadion Lukas Enembe, dibangun juga Mimika Sport Centre (MSC) yang bertaraf international dan terakreditasi International Association of Athletics Federations (IAAF). Mimika Sport Centre yang terletak di Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua rencananya akan digunakan untuk pelaksanaan pertandingan bola basket dan atletik.

Stadion Papua Bangkit (sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia)

Stadion Lukas Enembe (atau Stadion Papua Bangkit) yang menjadi simbol wadah pemersatu ini juga menjadi konsep dasar dari logo PON XX Papua. Selain terdapat unsur Stadiun Lukas Enembe, terdapat juga unsur-unsur lainnya dalam logo PON XX Papua, antara lain: segitiga menjulang/gunung menggambarkan sumber kekayaan alam Papua yang melimpah, motif khas Papua menggambarkan keragaman budaya Papua, dan tiga lingkaran yang memiliki arti prestasi, sportivitas, dan solidaritas.

Sejuta Makna dibalik Logo PON XX Papua (sumber: KOMINFO)

PON XX Papua semestinya diadakan pada tanggal 20 Oktober sampai dengan 2 November 2020. Namun, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan PON XX Papua ke tahun 2021 sebagai dampak pandemi virus COVID-19 dan beberapa hal lainnya. PON XX Papua dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 2 sampai dengan 15 Oktober 2021 mendatang.

4 kota/kabupaten di Provinsi Papua akan menjadi tempat penyelenggaraan PON XX Papua 2021, yaitu: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Masing-masing kota/kabupaten akan menyelenggarakan beberapa disiplin cabang olahraga yang berbeda-beda seperti yang dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Mentari Harapan Baru dari Timur - PENYEBARAN ARENA 56 DISIPLIN CABANG OLAHRAGA PON XX PAPUA INDONESIA
Penyebaran Arena 56 Disiplin Cabang Olahraga PON XX Papua (sumber: Technical Hand Book)

Total akan ada 36 cabang olahraga, 56 disiplin, 679 nomor pertandingan, dan 6.442 atlet di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ke-56 disiplin cabang olahraga tersebut dapat dilihat pada gambar Piktogram PON XX Papua di bawah ini. Dalam acara Festival Cahaya Papua yang diselenggarakan pada 31 Desember 2020 lalu juga telah diperkenalkan Piktogram PON XX Papua dalam bentuk animasi.


“Inilah cara baru panitia memperkenalkan PON dengan bahasa universal dan unik. Piktogram dapat menjembatani perbedaan bahasa dari berbagai daerah asal para atlet PON XX.”

— Ketua Harian Pengurus Besar PON, Yunus Wonda


Mentari Harapan Baru dari Timur - PIKTOGRAM PON XX PAPUA INDONESIA
Piktogram PON XX Papua (sumber: ponxx2020papua.com)
Pengenalan Piktogram PON XX Papua

Ada satu hal yang selalu saya tunggu-tunggu di setiap penyelenggaran suatu ajang multi-event. Biasanya, banyak juga yang berburu merchandise-nya. Apa itu? Maskot dari suatu ajang multi-event tersebut.

Pada PON XIX Jawa Barat 2016, diperkenalkan lah Lala dan Lili sebagai maskot yang menggambarkan hewan Surili (Presbytis comata) yang merupakan primata asli Jawa Barat. Sementara pada PON XX Papua 2021 diperkenalkan lah tidak hanya 1 maskot, tetapi 2 maskot. Maskot-maskot ini menggambarkan dua satwa yang ada di Papua: burung cendrawasih dan kanguru. Ya, kanguru tidak hanya ada di Australia, tetapi juga ada di Papua.

Maskot PON XX Papua 2021 - Drawa dan Kangpho - Mentari Harapan Baru dari Timur
Maskot PON XX Papua 2021

Maskot pertama PON XX Papua bernama Drawa. Drawa adalah burung cendrawasih (Paradisaea raggiana) yang merupakan sejenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang sekitar 34 cm. Keunikan dari burung cendrawasih adalah memiliki 2 buah tali panjang berwarna hitam pada bagian ekornya.

Banyak makna yang tersirat dalam Maskot Drawa, antara lain: medali dengan tiga lingkaran yang menunjukkan klasifikasi medali emas, perak, dan perunggu, dan tali medali merah putih yang melambangkan kebersamaan memperebutkan medali dalam bingkai NKRI.

Hal yang paling unik dari Maskot Drawa ini adalah jumlah sayap, ekor, dan jari pada kedua kaki yang melambangkan waktu penyelenggaraan PON XX Papua yang rencana awalnya dibuka pada tanggal 20 Oktober tahun 2020 pukul 20.00 WIT.

Asian Games XVIII 2018 Jakarta-Palembang juga sempat menggunakan burung cendrawasih sebagai maskot ajang multi-event tersebut dengan nama yang sama, Drawa, walaupun dengan desain yang berbeda. Namun pada akhirnya maskot Drawa pada Asian Games XVIII 2018 tersebut digantikan oleh trio Bhin Bhin (Cendrawasih Paradisaea apoda), Ika (badak bercula satu), dan Atung (Rusa Bawean) setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

Drawa Maskot PON XX Papua 2021 - Mentari Harapan Baru dari Timur
Drawa, Maskot PON XX Papua 2021

Maskot kedua bernama Kangpho. Kangpho adalah kanguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus) yang ada di Papua. Kenapa dinamakan pohon mantel emas? Karena satwa ini merupakan jenis kanguru pohon yang miliki warna kuning keemasan pada bagian leher, pipi, dan kakinya.

Sama seperti Maskot Drawa, Maskot Kangpho juga memiliki banyak makna tersirat, antara lain: ukiran pada lengan dan ikat pinggang menunjukkan corak ukiran khas Papua, dan puncak salju pada kepala merupakan lambang ciri khas pegunungan Papua yang diselimuti salju.

Kedua Maskot PON XX Papua juga sama-sama mengenakan rumbai-rumbai pada kepala dan pinggang yang merupakan busana adat Papua, dan membawa obor yang menunjukkan semangat kuat dan menyala-nyala bagai api untuk bertanding merebut prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Kira-kira di mana ya bisa mendapatkan official merchandise maskot PON XX Papua? Ada yang memiliki informasinya?

Kangpho Maskot PON XX Papua 2021 - Mentari Harapan Baru dari Timur
Kangpho, Maskot PON XX Papua 2021

Semoga dengan adanya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang disertai pembangunan beberapa sarana prasarana olahraga dapat menjadi kebanggaan masyarakat Papua, memeratakan pembangunan dalam bidang olahraga, dan melahirkan atlet-atlet baru dari timur. Mentari Harapan Baru dari Timur.

Torang bisa!


Referensi:

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.