Launching Batik Khas Depok

Batik Depok? Pertanyaan pertama yang timbul dibenak pikiran saya adalah apakah Depok memang punya warisan Batik? ataukah Batik Depok itu baru saja dibuat?

Semenjak saya mengetahui akan ada acara peluncuran Batik Depok dalam rangka Ulang Tahun Kota Depok yang ke-10 ini, saya mencoba mencari tahu informasi tentang Batik Depok ini. Dan saya dapatkan ternyata beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada pertengahan tahun 2007, Dewan Kerajian Nasional (DEKRANASDA) Kota Depok memprakarsai Lomba Design Batik Khas Depok. Lomba ini hanya boleh diikuti oleh masyarakat yang memiliki KTP Depok, dan syarat lainnya adalah design Batik tersebut harus mengandung nilai budaya dan ciri khas Kota Depok, seperti: bangunan bersejarah, unggulan Kota Depok (belimbing, ikan hias), atau kesenian khas Depok (Gong Si Bolong, Topeng Cisalak). Dari 223 peserta yang mengikuti lomba ini, terpilihlah 10 design Batik khas Kota Depok, dan kesemua design ini sudah mendapatkan hak paten di DIRJEN HKI. Pemenang-pemenang lomba ini kalau tidak salah diumumkan pada perayaan Hari Kemerdekaan RI tahun 2007.

Lanjutkan membaca “Launching Batik Khas Depok”

Pawai Seni & Budaya 2009

Festival Depok 2009

Hari Minggu 14 Juni 2009 yang lalu, pertama kalinya di Kota Depok diadakan Pawai Seni Budaya di jalan raya. Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan seni budaya sepertinya hanya diadakan di sekitar Balaikota Depok saja dimana kegiatan Festival Depok diadakan. Kegiatan-kegiatan ini dibuat masih dalam rangka merayakan Ulang Tahun Kota Depok yang ke-10 pada tahun 2009 ini.

Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009

Pawai yang melibatkan ratusan orang dari berbagai wilayah yang ada di Kota Depok, awalnya menggambil rute dari Jalan Juanda menuju Balaikota Depok. Tetapi entah kenapa terjadi perubahan. Pada pagi hari ketika saya tiba di Ruko Pesona Khayangan, yang kebetulan tempat saya dan teman-teman akan berkumpul untuk menonton pawai tersebut, sudah ramai sekali dengan peserta-peserta pawai. Awalnya saya berpikir apakah saya sudah telat ya nonton pawainya, karena acara tersebut tertulis di rundown mulai pukul 06:00 WIB, sedangkan saya sendiri baru datang sekitar pukul 07:00 WIB.

Ternyata ada perubahan rute mendadak yang sepertinya juga belum sempat dikoordinasikan dengan baik keseluruh pesertanya. Terlihat dari kegiatan pawai yang molor dikarenakan masih menunggu peserta-peserta lainnya yang masih berada di Jalan Juanda, dan banyak juga yang telat datang, he he he. Rute baru tersebut dimulai dari Pesona Khayangan menuju Balaikota Depok. Saya kemudian iseng menanyakan tentang perubahan ini ke seseorang yang ada di sekitar area dimulainya pawai itu, dan kata orang tersebut klo dari Juanda mungkin saja kejauhan dan kecapekan jalan kakinya…

Pawai Seni dan Budaya 2009 ini akhirnya dimulai sekitar pukul 07:30 WIB. Yang menempati urutan pertama di barisan pawai itu adalah pasukan paskibra. Kemudian dilanjutkan oleh peserta-peserta lainnya yang menampilkan beraneka ragam seni dan budaya tidak hanya dari Kota Depok saja tetapi dari wilayah lainnya yang ada di Indonesia, seperti: Reog Ponorogo, Ondel-Ondel, delman hias, mobil hias, dan masih banyak lagi yang foto-fotonya bisa dilihat selengkapnya di http://www.flickr.com/photos/dito/sets/72157619630380437/

Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009

Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009

Pawai ini sepertinya kurang terlihat keseriusannya karena dilihat dari peserta-pesertanya yang lebih banyak hanya jalan kaki tanpa menampilkan atraksi apa pun, jadi semacam acara gerak jalan berkostum, bukan pawai. Padahal alangkah serunya klo masing-masing grup menampilkan atraksi sesuai yang apa yang diwakilkannya. Selain itu, sosialisai mengenai kegiatan ini sepertinya kurang. Tidak terlalu banyak masyarakat Kota Depok yang mengetahui tentang adanya kegiatan ini, khususnya bagi pengendara kendaraan bermotor yang akhirnya terjebak kemacetan karena satu ruas dipakai khusus untuk pawai ini.

Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009

Setelah pawai selesai, saya dan teman-teman langsung menuju ke lokasi Festival Depok 2009. Mencoba mencari-cari yang menarik, tapi kayaknya ngk ada yang terlalu menarik, he he he… kecuali acara peluncuran Batik Depok yang akan diadakan pada hari ini (19/06) pukul 16:00 WIB di tempat yang sama yaitu Balaikota Depok. Pada saat kami berada di Festival Depok 2009 itu, ada lomba menggambar yang sedang berlangsung. Namun sangat disayangkan anak-anak kecil tersebut dibiarkan berjemur diteriknya sinar matahari yang sangat menyengat. Akhirnya banyak Ibu-Ibu yang mencoba memayungi anak-anaknya dengan koran atau apa pun itu agar tidak kepanasan.

Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009

Pawai Seni & Budaya 2009 Pawai Seni & Budaya 2009 Festival Depok 2009 Festival Depok 2009 Festival Depok 2009 Pawai Seni & Budaya 2009

Hari Minggu ini (21/06) akan diadakan kembali suatu kegiatan yang mungkin akan kembali menyita sebagian ruas Jalan Margonda Raya, yaitu Gerak Jalan Sehat yang kalau infonya dilihat dari papan reklame dan situs Kota Depok akan start dari Balaikota Depok dan finish di Ex GORO… deket banget ya? he he he… sepertinya infonya kurang lengkap, kalau tidak salah denger rute sebenarnya adalah Balaikota Depok-Jalan Juanda-Ex Goro… tapi entah lah, lumayan banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Bagi yang berminat, langsung saja datang dan mendaftar di TKP, gratis. Malahan ada beraneka ragam doorprize. Acaranya sendiri akan berlangsung dari pukul 06:00 WIB sampai dengan selesai.

Earth Hour 2009

Selama bulan Maret kemarin, banyak sekali dijumpai iklan-iklan mengenai kampanye Earth Hour yang disponsori oleh WWF. Kampanye ini kalau tidak salah bertujuan untuk menyelamatkan bumi yang semakin lama semakin memburuk keadaannya, terutama masalah pemanasan global dan krisis energi. Kampanye Earth Hour itu sendiri, dimana kegiatannya berupa mematikan lampu selama satu jam di malam hari, dipelopori oleh Australia (tepatnya kota Sydney) pada tahun 2007. Pada saat itu, di hari yang telah ditentukan, Sydney menjadi sebuah kota yang lumayan gelap gulita, karena banyaknya yang ikut serta dalam kampanye itu, termasuk Sydney Opera House. Dan di tahun berikutnya, kampanye ini mulai diikuti oleh negara-negara lainnya di seluruh dunia.

Awalnya saya sendiri tidak pernah tahu kalau ada kampanye seperti ini. Awal mula saya tahu mengenai kampanye ini adalah ketika saya mengunjungi blog For Your Information – Let’s Make Our World a Better Place. Disitu ada pembahasan mengenai kegiatan Earth Hour ini. Pada saat saya membaca posting-an blog itu, terlintas lah dipikiran saya bagaimana kalau misalkan Kota Depok bisa berpartisipasi di Earth Hour berikutnya. Tetapi kemudian pikiran itu saya buang jauh-jauh karena sepertinya mustahil banget di Indonesia ada yang mau mendukung kegiatan itu. Kenapa mustahil? Ya karena bisa dilihat sendiri anjuran PLN untuk mematikan listrik pada jam 19-22, kayaknya jarang tuh yang berpartisipasi. Awalnya mungkin banyak, tapi kesini-kesini kayaknya dikit deh.

Tetapi sebulan kemarin saya kaget ternyata kampanye Earth Hour masuk ke Indonesia, dan sudah ditunjuk Bapak Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta) sebagai Duta Earth Hour 2009 di Indonesia. Untuk tahun 2009 ini, kegiatan mematikan lampu selama sejam dipusatkan di Jakarta, dan baru di tahun-tahun berikutnya ada kemungkinan mulai ke kota-kota lainnya.

Kegiatan Earth Hour 2009 kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu kemarin tanggal 28 Maret 2009 mulai pukul 20:30 sampai dengan 21:30 waktu setempat. Banyak institusi-institusi, gedung-gedung, serta monumen-monumen seperti monas yang ikut serta dalam kegiatan ini. Foto-foto Earth Hour dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, bisa dilihat di internet dan salah satunya di situs http://www.boston.com/bigpicture/2009/03/earth_hour_2009.html

Saya dan beberapa rekan-rekan dari Komunitas Blogger Depok (deBlogger), yang baru saja dibentuk dan akan segera melakukan acara Grand Launching, sempat memikirkan bagaimana kalau Kota Depok bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Tetapi karena keterbatasan waktu, karena kita baru membicarakannya seminggu sebelum Earth Hour, kita mencoba mengajak masyarakat terdekat saja, yaitu yang ada disekitar tempat tinggal kita, serta mengkampanyekannya via blognya masing-masing.

Saya sendiri mencoba menaruh sebuah pamflet yang saya print dari situs Earth Hour untuk ditaruh dirumah, dan ternyata keluarga saya memberikan respon yang positif dan ikutan berpartisipasi pada hari tersebut. Ternyata pada hari tersebut, tidak hanya rumah yang saya tinggali saja yang berpartisipasi, tetapi tetangga di depan rumah pun ikutan berpartisipasi. Saya rada-rada kaget dan senang melihatnya.

Pada hari dan jam tersebut, saya juga coba menelusuri Jalan Margonda Raya Depok untuk melakukan sedikit pemantauan apakah ada yang ikutan berpartisipasi. Dan hasilnya tidak ada satu pun yang ikutan berpartisipasi. Padahal saya agak berharap Margo City bisa ikutan (mungkin) dengan mematikan tiang-tiang besi di bagian atas mall tersebut yang menjadi simbolnya. Kalau dipikir-pikir sih rada-rada susah juga ya, karena itu kan pas weekend, dan masyarakat baru pada gajian, he he he… Video singkat pemantauan Jalan Margonda Raya Depok bisa dilihat di bawah ini:

Selama lampu dimatikan, kami sekeluarga duduk di teras dan mengobrol banyak hal. Dan hal positif yang saya rasakan dengan adanya ini (dalam pengertian semua benda-benda elektronik dimatikan) adalah bisa ngobrol-ngobrol dengan seluruh anggota keluarga lebih lama, karena tidak ada gangguan sama sekali. Dan satu jam itu pun berlalu dengan sangat cepat.

Mengenai hasil yang di dapat dari kegiatan memadamkan lampu kemarin itu dijelaskan oleh Verena Puspawardani, Campaign Coordinator Climate & Energy Program WWF-Indonesia, via email di milis WWF Indonesia. Tertulis di email tersebut bahwa WWF Indonesia berhasil mencatat 60 gedung memberikan konfirmasi kepada WWF Indonesia, termasuk di antaranya jaringan hotel dan cafe, ikut berpartisipasi di Earth Hour 2009. PLN juga telah melakukan perhitungan penghematan energi atas partisipasi publik Indonesia ini menunjukkan beban listrik Jawa-Bali turun 180 Megawatt, dengan lebih spesifik lagi, 50 Megawatt dari angkat tersebut didapat dari penghematan Jakarta. Angka penghematan ini diperoleh dari PLN melalu pencatatan dalam semalam ini merupakan data yang diambild ari pemilik electricity automatic reading (pencatat listrik otomatis), yang saat ini baru dimiliki oleh sektor komersial di kawasan segitiga emas Kunjungan, Sudirman, dan Thamrin. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa angkat penghematan listrik yang sesungguhnya lebih besar dari 50 MW jika sektor huniah rumah tangga juga dihitung. Demikian lah kutipan berita yang saya dapatkan dari milis WWF Indonesia (serasa reporter, he he he).

Mudah-mudahan saja di tahun berikutnya, Kota Depok bisa menjadi bagian dari kampanye Earth Hour ini, jadi penghematan yang dihasilkan bakalan semakin banyak lagi, dan mungkin Komunitas Blogger Depok (deBlogger) bisa membantu mengkampanyekannya, khususnya di Kota Depok dan sekitarnya.

Sungai Ciliwung

Jakarta sepertinya kembali dilanda banjir akibat hujan yang turun terus menerus dan mungkin juga karena kiriman dari Bogor/Depok. Kemarin dan dua hari yang lalu saya iseng coba merekam situasi Sungai Ciliwung yang kebetulan memang sangat dekat dengan rumah saya. Kondisi Sungai Ciliwung sepertinya masih tidak separah waktu banjir 5 tahunan, tapi tetap saja di Jakarta sepertinya kebanjiran.

Berikut ini ada foto-foto Sungai Ciliwung di dekat rumah pada saat musim kemarau dan pada tanggal 14 Januari 2009 kemarin:

Sungai Ciliwung pada saat kemarau (1)

Sungai Ciliwung pada saat kemarau (2)

Sungai Ciliwung pada saat kemarau (3)

Sungai Ciliwung pada saat banjir (1)

Sungai Ciliwung pada saat banjir (2)

Akhir kata, terima kasih banyak untuk adikku atas foto-foto Sungai Ciliwung pada saat musim kemarau-nya…

Updated Jan 29, 2009

Foto-foto lainnya dapat dilihat di akun Flickr saya, termasuk foto-foto Sungai Ciliwung pada saat Banjir besar di Jakarta.

Kondisi Sungai Ciliwung saat banjir besar melanda Jakarta tahun 2007