Tag Archives: transportasi

Menggunakan e-Toll untuk Tiket Commuter Line

Pertengahan tahun 2013, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai memberlakukan sistem tiket elektronik. Ada dua macam tiket yang tersedia, single trip dan multi trip. Bagi yang hanya sesekali naik kereta, dapat membeli tiket single trip di loket. Tiket ini hanya dapat digunakan sekali, sesuai dengan stasiun tujuan yang sudah ditentukan pada saat membeli di loket. Bagi yang sering menggunakan Commuter Line, dapat membeli tiket multi trip. Dengan tiket ini, pengguna Commuter Line dapat langsung men-tap tiket elektronik tersebut di gate tanpa harus ke loket terlebih dahulu (apabila saldo masih mencukupi).

Continue reading

Informasi Lokasi Commuter Line Real Time

INFO KA REAL TIME Manggarai

Bagi pengguna Commuter Line (khususnya saya), sering kali tidak mengetahui lokasi persis kereta yang sedang ditunggu/kejar. Harus menunggu pengumuman dari petugas (atau aktif bertanya ke petugas) di stasiun.

Sejak bulan Februari 2013, PT KCJ meluncurkan aplikasi online untuk memantau keberadaan kereta. Saya kurang tahu apakah informasi keberadaan kereta ini real time, ataukah ada delay sekian detik. Karena beberapa kali menemukan posisi kereta tidak berubah-ubah selama beberapa menit, pas berubah sudah loncat beberapa stasiun.

Continue reading

Busway di hari sabtu

Sudah beberapa minggu ini setiap hari sabtu, gw ke kantor naik busway koridor VI. Setelah gw perhatikan, kayaknya hari Sabtu itu (khususnya koridor VI, karena gw jarang banget naik busway koridor yang lainnya) Ladies Day yach?!

Knp? Selalu saja setiap hari sabtu yang nyetir cewek. Tadi juga coba perhatikan busway-busway lainnya yang lewat, semuanya yang ngendarain cewek semuanya.

Tapi yang tadi lumayan enak cara nyetirnya walaupun ada tragedi yang jatuh pas saat mau turun. 2 orang cewek mau turun tapi pas busnya berhenti di haltenya, mereka berdua baru berdiri. Alhasil busway sudah akan jalan, pintu dalam proses menutup. tapi salah satu cewe itu mencoba tetap keluar dengan agak melompat. Bisa ditebak sendiri deh bagaimana kira-kira kejadiannya tadi. Tapi untungnya tidak ada yang luka serius.

Mungkin solusinya walaupun tidak ada penumpang yang turun, ada baiknya jangan langsung buru-buru jalan lagi. Ya kira-kira setengah menit lah. Dan untuk yang mau turun juga jangan dadakan, sebisa mungkin sudah siap-siap lah.

Balik lagi ke yang nyetir, minggu kemarin cewe juga yang nyetir. Tapi ngk enak banget cara nyetirnya, klo mau berhenti tuh pasti dadakan. Bukannya udah ancang-ancang dari jauh, tapi klo udah deket banget baru deh ngerem. Hasilnya, ngk berhenti tepat pada pintu haltenya, tapi selalu kelewat setengah pintu haltenya.

Wajah transportasi ibukota

Semuanya pasti lah sudah tau bagaimana sih kondisi transportasi di Indonesia ini, khususnya di daerah ibukota Indonesia, yaitu DKI Jakarta. Sepertinya benar-benar tidak manusiawi, apalagi kereta apinya. Kondisi perkereta apian sangat lah memprihatinkan, sumpek, panas, pengap, desek-desekan, ada orang-orang yang berjualan, intniya sih bisa-nisa matang kayaknya klo naik kereta api khiusunya kelas ekonomi. Sangat berbeda sekali dengan kondisi kereta express nya, walaupun suatu saat penuh, tapi masih lebih nyaman dan sejuk. Padahal sebenarnya klo saja kondisi kereta-kereta tsb diperbaiki (jangan beli barang bekas lagi) dan petugas-petugasnya dibenahin, pasti lah banyak sekali yang berminat menggunakan itu, dan mungkin bisa saja orang-orang beralih ke kereta daripada membawa kendaraan pribadi karena sudah pasti lebih cepat. Belum lagi dengan announcment di stasiun kereta yang ngomongnya ngk jelas. Serasa cuman mau ngomong untuk dirinya sendiri. So, malahan tambah membuat bingung penumpang. Bisa-bisa salah naik kereta,,,

Untuk kendaraan umum lainnya, bus. Sebetulnya sama saja, banyak sekali yang sepertinya sudah tidak layak jalan. Contohnya saja bus yang gw naiki hari ini, sepertinya ada masalah dengan persenlingnya. Jadi setiap berhenti, susah untuk bisa jalannya lagi (sepertinya sih tidak bisa masuk gigi nya). Sudah macet, ditambah lagi jalannya lemot, jadi tambah lama lah waktu tempuhnya. Belum lagi klo ada bus dengan buangan gasnya yang luar biasa pekat hitam, bikin sesak, dan yang pasti polusi di Jakarta semakin parah saja.

Yang gw denger katanya ada pengecekan rutin kondisi kendaraan-kendaraan umum di Jakarta khususnya, tetapi apa benar di cek? atau terjadi permainan uang dibalik itu, karena masih banyak kendaraan-kendaraan umum yang tak layak jalan terlihat di jalan-jalan.

Kira-kira kapan coba transportasi publik di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta bisa senyaman di Luar Negeri seperti Japan, Singapore? Belum lagi dengan atittude orang-orang Indonesia yang masih kurang bisa disiplin (salah satu contohnya bisa dilihat dari pengendara motor, he4x… sorri-sorri ya)…

Sebenarnya sudah ada satu transportasi baru yang diperkenalkan oleh pemerintah setempat, yaitu TransJakarta yang lebih dikenal dengan BusWay. Kesan-kesan gw pribadi selama menggunakan busway, haltenya agak panas, tidak ada toilet klo-klo ada yang kebelet, dan yang pasti jumlah busnya sepertinya masih jauh dari mencukupi. Apalagi klo pada saat peak time, banyak bus-bus yang masih terjebak di kemacetan jadinya di arah sebaliknya sangat jarang yang lewat.

Ditambah lagi dengan adanya kebijakan kendaraan selain busway diperbolehkan melewati jalur busway, so busway saat ini tak ada bedanya dengan bus-bus lainnya. hanya bedanya lebih sejuk… Itu pun klo lagi tidak penuh penumpangnya…

Busway…

Sudah beberapa hari ini jalur busway sudah tidak exclusive lagi dikarenakan kendaraan selain busway diperbolehkan masuk dibeberapa lajur busway. Dampaknya, busway serasa bukan busway lagi karena yang tadinya tidak terkena macet malahan menjadi terkena macet lagi. Bedanya saja ini ber-AC, he4x… Waktu tempuh juga yang biasanya cuman sebentar dari Ragunan ke Kuningan, sekarang jadi agak lama, hik4x…