Simpang Siur Berita Tari Pendet

Berita tentang Malaysia Klaim Tari Pendet Bali ini mulai saya ketahui pada Kamis 20 Agustus 2009 lalu melalui Facebook. Tidak lama kemudian, berita ini mulai menyebar di mana-mana, termasuk di twitter. Keyword ‘Tari Pendet’ pun sempat menjadi popular topic di twitter. Hari demi hari, berita tentang klaim ini pun semakin menyebar luas dan sepertinya mulai aneh.

Dari link yang saya dapatkan di atas, tertulis “Malaysia kembali mengklaim budaya Indonesia — tarian pendet, Bali — menjadi budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka.”  Awalnya saya mengira ada iklan Visit Malaysia terbaru yang di dalamnya terdapat tarian Pendet. Tapi setelah saya lihat-lihat di situs Visit Malaysia, ternyata tidak ada iklan-iklan yang menampilkan Tari Pendet, yang ada hanyalah gambar Dayak, Rafflesia, dan mirip-mirip kuda lumping. Kemudian saya teringat dengan iklan suatu program tv baru di Discovery Channel, di situ memang ada gambar wayang dan mirip-mirip tari dari Indonesia (yang ternyata benar itu adalah Tari Pendet). Setahu saya ini adalah iklan program terbaru dari Discovery Channel yang berbasis di Singapore, bukan iklan pariwisata Malaysia.

Widyarka Ryananta, a senior diplomat at the Indonesian Embassy in Kuala Lumpur, confirmed that the Malaysian government had never made an ad featuring pendet. “It was all a misunderstanding. A little knowledge is a dangerous thing,” he told the Jakarta Globe. (source: JakartaGlobe)

Mengenai isi dari program Enigmatic Malaysia, kalau dilihat dari rincian programnya di situs Discovery Channel, tidak ada pembahasan mengenai Tari Pendet sama sekali. Program tersebut membahas Bajau Laut: Nomads Of The Sea, Keris: The Myth & The Magic, Wau: Soaring The Skies In Rich Tradition, Batik: Design & Colour of Malaysia, dan Melakan Portugese. Dari kelima tema ini, memang ada yang menampilkan tarian Indonesia, tapi itu bukan lah tarian Pendet, melainkan tarian Jawa. Jadi sebenarnya tarian Pendet itu hanya muncul di iklan program acara ini saja.

“The Balinese dancer was not featured in any way in the program. Discovery has the deepest respect for the traditions, cultures and practices of all races and nations, and it is not our intention to cause any misunderstanding or distress to any party.” (source: JakartaGlobe)

Dari info yang saya dapatkan dari berbagai sumber, program dokumenter ini dibeli oleh pihak Discovery Channel dari KRU Production House. Namun untuk iklan programnya (intro acaranya) bukan lah dibuat oleh KRU Production House, melainkan pihak Discovery Channel yang membuatnya. Dan pihak KRU Production House juga sempat menjelaskan kalau isi dari iklan program tersebut (intro acaranya), tidak menggambarkan isi dari dokumenter-dokumenternya.

“The ad which is part of a documentary film series of Enigmatic Malaysia program were not produced by us but by the Singapore-based Discovery Channel,” President and Chief Executive Officer of KRU Group Norman Abdul Halim said. (source: ANTARAnews)

“Akhirnya pertemuan saat ini dapat menemukan titik kesalahpahaman mengenai isu Malaysia telah mengklaim Tari Pendet. Itu tidak sama sekali benar karena promosi itu dibuat oleh Discovery Channel,” kata Ketut.

Sementara itu, Discovery Channel beralasan mereka membuat promosi sendiri karena film dokumenter KRU tersebut banyak permintaan dari berbagai negara Eropa. (source: liputan6.com)

Nah yang saya pertanyakan, pada hari senin (24/8) malam ada tayangan 4 perempuan yang menarikan Tari Pendet di salah satu stasiun televisi yang sedang melakukan pembicaraan antara pihak Indonesia dengan Malaysia. Apakah tayangan 4 perempuan itu adalah cuplikan dari acara Enigmatic Malaysia? Karena seperti yang sudah saya jelaskan tadi, Tari Pendet hanya muncul di intro atau iklan acara tersebut saja. Itu pun bukan 4 perempuan, tapi hanya 2 perempuan (gambar diam tidak bergerak). Isi dari Enigmatic Malaysia yang diproduksi oleh KRU Production House setahu saya tidak ada tayangan Tari Pendetnya. Tapi kenapa saat ini merebak bahwa itu merupakan cuplikan dari acara tersebut, sampai-sampai pada mencari tahu siapa penarinya dan pembuat video tersebut, yang jelas-jelas memang dari Indonesia sendiri.

Malaysia Klaim Tari Pendet Asal Bali [ Metro Hari Ini ]

Jujur, saya tidak tahu siapa yang memulai memutar tayangan 4 perempuan yang menarikan Tari Pendet tersebut, dan membuat masyarakat semakin ‘memanas’. Tapi kalau memang pernyataan-pernyataan saya di atas adalah benar, saya berharap banget media di Indonesia bisa memberitakan sesuatu dengan baik, benar, dan dengan proporsi yang tepat. Jangan dikurangi atau pun dilebih-lebihkan hanya untuk mengejar rating semata.

Kita juga mungkin sering kali terlalu cepat tertarik dengan suatu berita yang belum tentu berita tersebut benar adanya. Lihat saja berita-berita yang menyebar via milis atau messenger. Sering kali kita langsung mem-forward-nya tanpa mencari tahu kebenaran dari berita tersebut. Mungkin ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua agar jangan mudah percaya terhadap suatu informasi ke depannya, tanpa mencari tahunya terlebih dulu.

Update

Hari ini saya mendapatkan penjelasan langsung dari salah satu stasiun televisi swasta mengenai berita tentang Tari Pendet ini. Jadi memang dalam isi Enigmatic Malaysia tidak terdapat video clip 4 perempuan yang menarikan Tari Pendet. Tetapi video clip tersebut di freeze menjadi foto yang diletakkan di intro promosi program Enigmatic Malaysia. Itu lah yang mungkin selama ini kurang jelas informasinya. Banyak yang beranggapan video tersebut cuplikan di dalam program Enigmatic Malaysia.

Mudah-mudahan saja dengan ini bisa lebih jelas berita sebenarnya…

“Kita menghargai penjelasan Norman, dengan ini kita minta masyarakat jangan cepat terpancing dengan isu seakan-akan Malaysia mengklaim tari pendet sebagai miliknya. Malah, dari film dokumenternya mengenai keris dan batik, jelas ada pengakuan asalnya dari Indonesia,” kata Parlindungan Purba, Anggota DPD RI. (source: Media Indonesia)

Tapi saya masih penasaran, kayaknya belum pernah melihat video press conference dari Discovery Channel mengenai permasalahan dan permintaan maaf atas hal ini. Rata-rata video yang ada hanyalah dari KRU Production House. Atau mungkin ada yang pernah lihat? Sharing link-nya ya, thank u very much…

Update

Akhirnya mendapatkan link ke berita yang membahas tentang permintaan maaf dari pihak Discovery Channel walaupun katanya hanya melalu e-mail…

Discovery Channel minta maaf

Artikel berjudul Pendet Furor Shows We Are Culturally Challenged yang ditulis oleh Desi Anwar merupakan artikel yang juga patut dibaca menurut saya.

  • Makasih Info tentang tari pendetnya, 🙂
    semoga lain kali kita semua bisa lebih bijak menyikapi setiap informasi yang masuk.

  • ehmmm.. gitu ya..
    lain kali harus lebih teliti lagi ni memfilter berita yg masuk ^^

  • wogh, discovery channel nih ya… 😀

    malah tertarik yg visit malaysia, ckckck >,<

  • nah, gitu kan
    menyebalkan
    saya aja ngerasa dibodoh2i kalo gitu mah

  • sebelum didistribusi mestinya divalidasi dulu. Jangan mudah percaya, setuju Gan.. 😀

  • Mari kita patenkan sebelum semakin banyak yang diakui mereka
    atau kita jadikan malaysia truly indonesia hahaha

  • Dari awal juga udah tau kalo itu acaranya Discovery Channel tapi lucunya media massa kita tuch (terutama stasiun TV berita) ngga sependapat ama mereka. Jadi ragu gw ama kinerja mereka.

  • ya mari kita kampanyekan balik aja
    Malaysia Truly Indonesia

  • Semakin jelas akar masalahnya dengan komunikasi yang baik, makasih info updatenya.