Liquid E, Smartphone Android dari Acer

Acer. Apa yang terpikirkan oleh saya mengenai Acer adalah jajaran laptopnya. Namun, awal pekan lalu, kabar pun sampai ke telinga saya bahwa Acer ternyata akan meluncurkan smartphone—yang ternyata—bersistem operasi Android™. Entah kenapa saya sangat tertarik dengan sistem operasi yang satu ini. Mungkin karena ponsel sentuh lainnya—yang bermerk sebuah buah—tidak terjangkau harganya. Ihwal lainnya mungkin disebabkan sederet ulasan yang menyatakan sistem operasi Android™ bagus :).

Berawal dari keinginan untuk mencari ponsel pengganti, akhirnya saya browsing untuk mencari tahu ponsel-ponsel apa saja—khususnya yang bersistem operasi Android™—yang saat ini sudah keluar, baik di pasaran maupun yang akan diluncurkan di ICS Expo 2010. Pertama kali tahu mengenai Acer Liquid E dari situs gajeto.com yang membahas mengenai “Acer Liquid E will available for Indonesian market soon“. Setelah membaca tulisan tersebut, saya semakin penasaran. Lantas, saya coba tanya ke Fans Page Acer Indonesia apakah produk ini akan dipamerkan di ICS Expo 2010. Ternyata, Acer Indonesia menjawab di Fans Page-nya kalau produk ini akan ada di booth Acer ICS Expo 2010. Bahkan, kabar akan diadakan kuis untuk memperebutkan 20 tiket VIP peluncuran Acer Liquid E yang ternyata juga merupakan community gathering.

Hal pertama yang ingin saya lakukan setiap kali menguji ponsel layar sentuh adalah respon terhadap sentuhan. Hasilnya, ternyata Acer Liquid E cukup responsif. Live Wallpaper-nya juga responsif ketika disentuh. Seru juga bermain live wallpaper!

Acer Liquid E merupakan smartphone besutan Acer yang menggunakan sistem operasi Android™ 2.1 Éclair—sesuai namanya Liquid E yang berarti Éclair—dan dipersenjatai processor Qualcomm Snapdragon 768 MHz, RAM 512 MB, dan layar jernih yang diklaim high resolution berukuran 3,5″ (WVGA). Walaupun terlihat tebal (12,75 mm), gadget ini tidak berat (135 g). Soal ‘baju’nya, untuk pasar Indonesia hanya tersedia warna hitam, meski di luar negeri kembarannya hadir dalam beberapa varian warna, seperti hitam, merah, dan putih.

Halaman utama terdiri atas 5 halaman dengan live wallpaper yang bisa diatur sesuai dengan keinginan penggunanya. Untuk melihat seluruh media file (foto, musik, dan video) cukup mengakses dari halaman paling kiri: Acer Media Player Widget. Widget ini ditampilkan setengah sirkular. Sementara page preview dari web bookmarks dapat dilihat di halaman paling kanan: Acer Web Player Widget, yang juga ditampilkan dengan cara yang sama.

Tersedia pula 4 tombol sentuh di bagian bawah (bisa dilihat pada gambar di atas), yaitu tombol home, search, back, dan menu. Selain itu, ada 3 indikator LED—yang sangat informatif—di bagian atas (dekat audio jack 3,5 mm). Ketiganya menjalankan fungsi memberitahukan apakah ada telepon masuk atau missed calls, pesan, dan kondisi baterai. Posisi indikator LED tersebut sangat memudahkan penggunanya untuk mengecek fungsi-fungsi di atas, terutama bagi mereka yang terbiasa menaruh ponsel di kantong baju atau sering mengaktifkan silent mode. Jadi, tak perlu lagi mengeluarkan ponsel hanya untuk mengetahui ada pesan yang masuk, telepon yang terlewatkan, atau kekuatan baterai yang tersedia. Cukup intip saja!

Bagi mereka yang senang mengabadikan momen melalui kamera ponsel, Acer Liquid E memanjakan penggunanya dengan kamera 5 mega pixels serta fitur geo tagging, pengaturan ISO, dan auto focus. Walaupun tidak sempat mencoba kameranya—karena merasa tidak enak kalau lama mencobanya, sedangkan yang mencoba cukup banyak—tapi hasil gambarnya terbilang baik. Terbukti dari hasil jepretan pengguna lainnya yang juga mencoba langsung saat acara community gathering dan di booth Acer Liquid E.

Foto atau video yang telah diambil bisa langsung diunggah dan di-share ke social media favorit, seperti Facebook, Twitter, dan YouTube. Untuk memudahkan proses pemotretan juga disediakan tombol shutter seperti halnya pada kamera saku. Dengan adanya fitur geo tagging, pengguna Acer Liquid E tidak perlu lagi meng-entry data lokasi—foto yang diambil—secara manual.

Hal lainnya yang menjadi pertanyaan saya—dan ternyata ditanyakan oleh salah satu anggota milis ID Android—adalah mengenai kemungkinan Acer Liquid E di-upgrade ke Android™ 2.2 Froyo. Saat acara Community Gathering berlangsung pada Rabu 14 Juli 2010 lalu, Consumer Brand Manager Acer Group Indonesia Husen Halim menjelaskan bahwa Acer Liquid E ini bisa di-upgrade ke versi Froyo.

Namun, saat ini, Acer masih mengembangkan agar Android™ 2.2 Froyo nantinya dapat ber’lari’ maksimum dalam ‘tubuh’ Acer Liquid E. Ini merupakan kabar gembira, karena agak menyebalkan juga kalau memiliki suatu ponsel yang sudah mentok di satu versi sistem operasi saja, meskipun memang mungkin terkendala dari sisi hardware-nya. Namun, ‘organ-organ’ Acer Liquid E tak ada masalah untuk upgrade tersebut. ”Secara hardware (Acer Liquid E) sudah mumpuni,” imbuh Husen Halim.

Fitur lainnya yang juga disematkan di Acer Liquid E adalah nemoPlayer (mendukung beragam format file musik dan video), Spinlets Music (free streaming service), urFooz (seperti avatar), dan Android Market (application store agar bisa menambahkan aplikasi-aplikasi lainnya). Untuk point yang terakhir inilah yang membuat Android™ menarik karena tersedia lebih dari 80.000 aplikasi yang disiap diunduh, baik itu gratis maupun berbayar. Tak hanya itu, ada juga voice-activated functions dan turn-by-turn navigation (sayangnya hanya di negara tertentu saja yang bisa menikmatinya), multiple email account hingga 10 akun (sangat berguna bagi yang memiliki banyak email), GPS, Bluetooth, WiFi, accelerometer untuk rotasi otomatis, dan lusinan fitur lainnya.

Keyboard. Ada apa dengan keyboard-nya? Ternyata Acer Liquid E menyediakan tiga pilihan keyboard, yaitu QWERT, half QWERTY, dan 12-Digit Numeric. Bagi mereka yang belum terbiasa dengan keyboard model QWERTY, tetap bisa menggunakan model 12-Digit Numeric alias keyboard model ponsel-ponsel terdahulu: 1 tombol keyboard untuk 1-5 karakter.

Lantas, dari sederet fitur canggih di atas, pada nominal berapa Acer Liquid E dibandrol? Saat berlangsung ICS Expo 2010, Acer Liquid E dijual dengan harga Rp4.490.000 (tidak tahu harga di luar pameran akan jadi berapa). Namun, harga ini sudah termasuk memory card (microSD) 8 GB dan berlangganan akses unlimited broadband gratis selama 3 bulan dari Indosat. Akses Internet ini sangat penting—karena menurut pengalaman teman, sistem operasi Android™ sangat memakan akses data sehingga kalau tidak unlimited akan terasa biayanya. Untuk kapasitas memory card-nya dapat ditingkatkan hingga 32 GB. Kapasitas yang sangat besar untuk menampung file-file di suatu smartphone, terutama musik dan video.

Apabila terjadi kerusakan atau ingin di-service, tidak usah pusing-pusing untuk ke luar negeri, karena Acer Liquid E bisa dibawa ke ACSC (Acer Customer Service Service Center) yang telah tersedia di beberapa kota di Indonesia.

[Update] Akhirnya kabar yang ditunggu-tunggu pun datang. Hari Jumat 17 Desember 2010 lalu, ada postingan terbaru di Blog Resmi Acer Indonesia berjudul Liquid E goes Froyo. Untuk meng-update-nya, pengguna Liquid E disarankan untuk mendatangi Acer Customer Service Center (ACSC) terdekat mulai hari Senin 20 Desember 2010.

It’s official. Sekarang kamu bisa menikmati segarnya Froyo di Liquid E dan Liquid E Ferrari-mu!

Dr. Acer

  • Pingback: Liquid E Competition(s) Winners | Acer Indonesia()

  • Wahhh, review ini ya yang ngehasilin acer liquid e nya… huhuhuuu, ngiri

    Oya dit, gw dah ngrasain froyo nih… lebih smooth tp pake heru gw yang processornya terbatas agak kerasa ngelag, tapi ngga parah sih (atau gwnya yang salah milih custom rom akhirnya jadi rada berat), yah mayan buat nyicipin versi terbarunya android…

    Ehh, baru ngeh, ternyata theme nya sama, hehehee 😀

  • Dito

    🙂 wah Froyo, yang rasa apa :p he he he…

    klo si liquid, yg resminya masih menunggu kabar kpn upgrade-annya ada. mdh2an aja ngk terlalu lama 🙂

    btw iya ya, theme-nya sama ya? lagi bingung mau pake theme apa. ya udah lah ini aja yang simple…