KRL Single Operation

Pengguna setia KRL pasti sudah mengetahui kalau beberapa bulan yang lalu sebenarnya akan dilakukan perubahan pola di KRL Jabodetabek. Perubahan pola ini menghapus KRL Ekspress, sehingga tidak ada lagi KRL yang susul-susulan. Namun rencana tersebut mengalami penundaan. Penerapaan pola baru ini akhirnya akan diterapkan mulai tanggal 2 Juli 2011.

Dengan penerapan pola baru ini maka semua KRL berhenti di setiap stasiun. Jujur saja sebenarnya saya mendukung penerapan pola baru ini. Itu pun karena saya memang jarang sekali menggunakan KRL Ekspress, sehingga penerapan pola baru ini justru membuat pilihan waktu keberangkatan jadi lebih banyak. Namun, saya agak kurang ‘sreg’ dengan tarif baru, yaitu Rp9.000. Tarif baru ini entah benar segini pada saat pelaksanaannya nanti, atau ada penyesuaian lagi mengingat banyak pengguna KRL yang komplain. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya KRL Commuter Line (sebutan KRL pengganti Ekonomi AC dan Ekspress) sama saja dengan KRL Ekonomi AC, tapi tarifnya mengalami kenaikan yang drastis, dari sebelumnya Rp5.500 menjadi Rp9.000.

Uji coba pola terbaru ini kabarnya akan diadakan pada hari Sabtu ini 18 Juli 2011. Anehnya, uji coba ini juga akan disertai dengan uji coba tarif baru. Kenapa tidak menggunakan tarif lama saja ya selama masa uji coba?

Berikut ini jadwal perjalanan KRL terbaru yang mulai berlaku tanggal 2 Juli 2011:

(sumber: KRL Commuter Jabodetabek)