Keluh kesah pelayanan TELKOM…


Akhir Maret / Awal April

Di rumah baru keluarga gw belum ada telepon sama sekali, jadi dalam beberapa bulan ini menggunakan CDMA terus. Akhirnya nyokap gw memutuskan untuk memasang telepon baru dang w lah yang bakal mengurus semuanya. Ini merupakan pertama kalinya gw mengurus-mengurus registrasi telepon. Keesokan harinya gw langsung berangkat menuju Plasa Telkom Depok. Sesampainya disana gw mendapati receptionist yang sedang kosong tetapi ada petugas yang sedang berdiri di dekat situ. Gw hampirilah petugas tersebut dan mengungkapkan alasan gw datang ke Plasa Telkom tersebut. Sebut saja nama petugas itu Bapak A. Bapak A kurang lebih mengatakan receptionistnya sedang tidak ada dan Bapak A tersebut yang akhirnya mengurus semuanya karena gw berpikir Bapak A itu petugas Telkom juga. Setelah memberikan alamat rumah gw yang baru, Bapak A mengatakan akan melakukan survey terlebih dahulu dan keesokan harinya pada siang hari Bapak A datang lah ke rumah gw. Untungnya nyokap gw juga lagi ada dirumah jadinya nyokap lah yang mengurusnya sekalian bilang ke Bapak A tersebut bahwa terjadi perubahan rencana, ternyata bokap ingin jangan pasang telepon baru tapi coba ditanyakan apakah nomor telepon di rumah lama bias dipindahkan. Bapak A tersebut mengisi form registrasi dan bilang bahwa akan memeriksa dulu ke Telkomnya apakah ada bisa atau tidak.

Minggu ke-dua bulan April
Beberapa hari kemudian Bapak A menelepon ke gw bahwa bisa dilakukan pemindahan telepon dan meminta untuk menyiapkan semua berkas-berkasnya serta membayar tagihan bulan sebelumnya dulu. Namun, karena billing telepon rumah tersebut pembayarannya sudah masuk dalam kartu kreditnya bokap, jadi harus menunggu sampai dengan tanggal 15an karena katanya sekitar tanggal segitu pembayarannya klo melalui kartu kredit. Tidak lama kemudian gw pergi ke Plasa Telkom untuk menyerahkan berkas-berkasnya tersebut.

Minggu ke-tiga bulan April
Sekitar tanggal 15an atau sebelumnya gw lupa, Bapak A menelepon memberitahu untuk mengurus sisanya (selain billing telepon) seperti biaya registrasi untuk pindah alamat. Akhirnya klo tidak salah pada tanggal 16 April 2007 gw pergi ke Plasa Telkom untuk mengurusnya dan mengisi beberapa form. Keesokkan harinya pada hari Selasa tanggal 17 April 2007 ada petugas Telkom yang datang ke rumah untuk menyiapkan jaringan-jaringan kabel di dalam rumah dan pada tanggal 18 April 2007 ada petugas dari Telkom lagi yang datang untuk menyiapkan dan memasang-masang kabel outdoornya (yang dari tiang ke tiang itu looo…). Setelah selesai memasang-masang, gw tanya ke petugasnya kira-kira berapa lama “kring”nya, dan klo tidak salah katanya paling lambat seminggu. Bapak A juga mengatakan hal yang sama yaitu kurang lebih seminggu “kring”nya…

Minggu ke-empat bulan April
Seingat gw dulu pernah juga pindah alamat tapi sepertinya tidak selama ini deh… Tiap hari kerjaan gw adalah meng-cek apakah telepon sudah nyala atau tidak tetapi sampai dengan satu minggu (25/04) telepon belum lah nyala. Gw minta tolong ke nyokap untuk menelepon ke Telkom (147) & Bapak A karena dari HP gw (Telkomsel) tidak bisa menelepon ke 147 (Telkom). Kenapa ya ? Padahal kan sama-sama satu group…. Tanya kenapa ?
Hasil yang di dapat dari 147 adalah bahwa telepon rumah gw tersebut seharusnya sudah aktif pada tanggal 19 April 2007 yang berarti satu hari setelah pemasangan semuanya selesai dilakukan. Akhirnya 147 membuatkan laporan. Keesokan harinya kira-kira menjelang siang, berbunyilah telepon rumah dan ternyata petugas Telkom (sebut saja Bapak B) yang ingin memastikan apakah benar nomor teleponya dan menyatakan teleponnya sudah aktif dan meminta maaf atas keterlambatan aktfinya. Kemudian gw tanya ke Bapak B tersebut bagaimana dengan SPEEDYnya dan Bapak B tesebut menyuruh gw untuk mencoba menelepon ke nomor yang Bapak B berikan. Sebelum gw telepon ke nomor telepon tersebut, gw mencoba dulu apakah bisa tidak SPEEDYnya dan hasilnya nihil, SPEEDY belum nyala.
Beberapa menit kemudian gw mencoba menelepon ke nomor telepon tersebut dan dikatakan bahwa pada saat gw belum mengurus pindah alamat SPEEDYnya. Gw agak kesal pada saat itu. Coba deh bayangkan SPEEDY itu kan menumpang line telepon rumah, telepon rumah tersebut sudah pindah tapi SPEEDYnya katanya masih tertinggal disana. Bagaimana coba pakenya ? Jadi gw dinyatakan harus mengurus perpindahan alamat SPEEDY terlebih dahulu. Padahal pada saat ngurus-ngurus sama Bapak A, gw sudah pernah bilang bagaimana dengan SPEEDYnya. Tapi sepertinya yang diurus hanya teleponnya saja. Gw juga sempat menelepon ke 147 untuk menanyakan tentang hal ini dan benar katanya SPEEDYnya masih dialamat yang lama dan belum dipindakan. Dibuatkan lah laporan tentang hal ini oleh 147 dan beberapa menit kemudian ada yang menelepon ke rumah dari pihak SPEEDY yang mengatakan akan memberitahukan ke teknisinya. Hari demi hari kerjaan saya hanyalah menunggu rumah karena takut-takut ada petugas Telkom yang akan datang. Soalnya pada saat telepon belum aktif itu pada saat telepon ke Bapak A, katanya pada hari sebelumnya ada petugas Telkom yang ke rumah tapi ngk ada orang. Makanya untuk menghindari alasan-alasan seperti itu, gw tiap hari setia menunggu rumah walaupun sebenarnya ada beberapa hal yang mestinya gw lakukan.
Pada hari Jumatnya (27/04) gw minta tolong ke bokap untuk menelepon ke Telkom Depok untuk menanyakan SPEEDYnya bagaimana karena tidak pernah ada kabarnya lagi. Hasilnya adalah gw harus datang ke Plasa Telkom untuk mengurus beberapa berkas disana, padahal saat itu waktu menujukkan pukul 15:30an kalo tidak salah. Akhirnya langsung lah gw buru-buru kesana karena takut keburu tutup dan apa coba yang gw dapat disana, kurang lebih sama bahwa SPEEDY gw dinyatakan belum pindah alamat hanya teleponnya saja. Sebut saja petugas yang mengurus saya disana adalah Bapak C yang sepertinya mempunyai jabatan di Plasa Telkom Depok. Disitu sebenarnya gw merasa tersinggung, seperti Bapak C bilang bahwa seharusnya pelanggan lah yang datang langsung ke Plasa Telkom bukan melalui Mitra. Jadi ternyata Bapak A itu mitra ya ?! Coba deh, siapa yang tau klo Bapak A itu adalah mitra. Gw juga kan waktu mengurus sudah beberapa kali datang ke Plasa Telkom. Lagian ini yang pertama kalinya gw mengurus-mengurus hal ini, dan di Plasa Telkom kan tidak ada tulisan “Hati-hati Mitra”, beda halnya di tempat pembuatan SIM yang biasanya ada tulisan “Hati-hati Calo”. Nah klo gitu kan gw lebih waspada. Intinya Bapak C bilang bakal memantaunya dan berhubung keesokan harinya adalah hari Sabtu dimana hanya setengah hari, Bapak C mengatakan hari Sabtu itu mungkin hanya akan mengurus administrasi-administrasinya dan Senin baru akan ada petugas yang datang untuk setting-settingnya. Sebenarnya yang bikin gw gigih banget ngurus SPEEDY karena quota yang tersisa bulan April kemarin itu masih sekitar 700 MB-an dari 1 GB. Coba deh bayangin, waktu belum bayar billing ditagih-tagih. Tapi klo pelayanan kayak gini.

Minggu pertama bulan Mei
Pada hari Senin (30/04) tidak ada petugas yang datang ataupun yang menelepon untuk memberitahu bagaimana perkembangannya. Akhirnya gw coba telepon ke 147 dan katanya SPEEDY gw itu masih di alamat yang lama, berarti kan sepertinya belum diproses. Kemudian gw coba telepon ke Plasa Telkom dan katanya itu merupakan nomor telepon teknisi, jadi kurang tau mengenai gangguan-gangguan dan gw dikasih nomor telepon untuk gangguan. Tapi nomor telepon itu sudah 2 hari berturut-turut gw telepon tidak ada yang angkat. Ada juga mba-mba Telkom Memo yang jawab, he4x….
Selasa siang (01/05) gw langsung saja datang ke Plasa Telkom dan menemui Customer Service (CS). Seperti biasa gw harus menjelaskan panjang lebar dari awal lagi. Sempat kaget gw mendengar jawaban pertama CS itu, katanya SPEEDY itu tidak bisa pindah alamat tapi harus cabut/pasang dan biayanya free. Sebenarnya bukan masalah itu yang bikin gw kesal, tapi kenapa selalu saja jawabannya berbeda-beda dan tidak ada yang memberitahu ke rumah bahwa procedure sebenarnya itu begini begitu begini. Yang ada pada diam seribu bahasa dan baru pada ngomong klo gw lagi di Plasa Telkomnya. Akhirnya gw bilang kata Bapak C bisa pindah alamat. Setelah CS itu menelepon sana sini kemudian dia juga pergi ke ruangan Bapak C (lumayan lama juga), gw diberikan jawaban bahwa hari ini sedang diproses dan besok akan ada teknisi yang datang. Oleh CS itu gw diperikan nomor telepon teknisi, Bapak C, CS itu sendiri dan nomor telepon kantor Telkom SPEEDYnya. Gw disuruh menghubungi teknisinya langsung besok pagi.
Rabu (02/05) gw coba menelepon teknisi tetapi tidak ada yang ngangkat. Gw coba telepon ke kantor Telkom SPEEDY tapi katanya sedang tidak ada ditempat dan disuruh mencoba menelepon ke nomor Flexinya (yang tidak diangkat itu). Siangnya gw coba telepon lagi dan berhasil, tapi katanya kurang lebih harus di setting di central dan teknisi tersebut sedang berada dilapangan jadinya belum bisa. Intinya sebenarnya, kapan SPEEDYnya bakal bisa jalan ? Udah kemarin quota cumin dipake dikit tapi bayaran full tapi sampai detik ini sudah berminggu-minggu SPEEDY dirumah ngk bisa dipake…. Udah sakit hati banget sebenarnya… Masa gw harus datang ke Plasa Telkom setiap hari supaya bisa cepat kelar ???????
Akhirnya di rabu sore ini berjalan juga SPEEDY. Thank you very much ya bapak-bapak teknisi 😉