Category Archives: Daily

Jakarta Communities Meetup

Hari Rabu lalu, 15 Desember 2010, Yahoo! Indonesia menyelenggarakan community gathering gabungan dari beberapa layanan Yahoo! yang ada di Indonesia (Flickr, Yahoo! Answers, dan Koprol). Mungkin ini merupakan pertama kalinya komunitas-komunitas dari berbeda layanan tersebut berkumpul dalam satu acara. Acara yang diadakan di Blitz Megaplex Pacific Place ini juga dihadiri oleh Jonas de los Reyes (Lead Community Manager Yahoo! Asia Tenggara), Zack Sheppard (Senior Community Manager Flickr), dan David Fusco (International Project Manager Flickr). Continue reading

Komutta, Aplikasi Untuk “Commuter”

Komutta merupakan salah satu aplikasi favorit saya di Android. Bagi yang belum pernah menggunakannya, aplikasi ini membantu mereka-mereka yang menggunakan transportasi umum untuk mengetahui rute (busway dan patas AC), jadwal (KRL Jabodetabek), dan nomor telepon yang dapat dihubungi (Taxi). Kalau tidak salah, pada awalnya aplikasi ini hanya menyediakan fitur untuk busway saja. Kemudian berkembang ke moda transportasi lainnya. Continue reading

Liquid E, Smartphone Android dari Acer

Acer. Apa yang terpikirkan oleh saya mengenai Acer adalah jajaran laptopnya. Namun, awal pekan lalu, kabar pun sampai ke telinga saya bahwa Acer ternyata akan meluncurkan smartphone—yang ternyata—bersistem operasi Android™. Entah kenapa saya sangat tertarik dengan sistem operasi yang satu ini. Mungkin karena ponsel sentuh lainnya—yang bermerk sebuah buah—tidak terjangkau harganya. Ihwal lainnya mungkin disebabkan sederet ulasan yang menyatakan sistem operasi Android™ bagus :).

Continue reading

Earth Hour di Depok

Mungkin masih banyak yang tidak mengetahui apa itu Earth Hour. Earth Hour merupakan salah satu kampanye WWF yang merupakan inisiatif global untuk mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu selama 1 jam pada bulan Maret hari Sabtu di minggu terakhir.

Earth Hour ini pertama kali diadakan di Kota Sydney, Australia, yang bertujuan untuk mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007 (diperkirakan sekitar 2 juta orang turut serta mematikan lampu). Pada tahun berikutnya, sekitar lebih dari 50 juta orang dari seluruh dunia ikut berpatisipasi dalam kegiatan Earth Hour. Kemudian di tahun 2009, diperkirakan sekitar 1 milliar orang di 4.088 kota besar dan kecil di 88 negara ikut ambil bagian.

Continue reading

s-tee please

Pelayan A: Minum apa, mas?
Saya: s-tee, mas…

(pelayan A bicara ke B)
Pelayan A: s-tee satu…

(pelayan B menghampiri saya)
Pelayan B: manis atau tawar, mas?
Saya: “s-tee”, mbak…
Pelayan B: ooo, “s-tee”…

1 Syawal 1430 H

Sesuai dengan keputusan Sidang Isbat yang diumumkan tadi malam sekitar pukul 19:00 WIB, 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Minggu 20 September 2009. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin…

Untuk yang mudik, hati-hati di jalan ya, terutama yang menggunakan motor…

Gelar Batik Nasional

Minggu lalu, tepatnya tanggal 26-30 Agustus 2009, ada event Gelar Batik Nasional yang diselenggarakan di Jakarta Convetion Center (JCC). Di event yang memungut biaya sebesar Rp10.000 untuk biaya masuknya ini, tidak hanya beragam batik dari seluruh nusantara saja yang bisa dijumpai, tetapi kita juga bisa belajar dan mempraktekan secara langsung bagaimana cara membatik. Kegiatan ini tidak tidak hanya diikuti oleh anak-anak saja, tetapi para orang tua atau pengunjung lainnya juga ikutan berpartisipasi.

Film Dokumenter Tentang Indonesia

Setelah mengetahui secara pasti mengenai kebenaran di balik berita ke simpang siuran klaim Tari Pendet, saya menyadari bahwa tidak semua film-film dokumenter yang diputar di channel-channel seperti Discovery Channel, NGC, dan kawan-kawannya merupakan film buatan mereka sendiri. Atau dengan kata lain, beberapa film dokumenter tersebut merupakan hasil membeli dari pihak luar. Walaupun intro dari program tersebut bisa saja dibuat sendiri oleh Discovery Channel, dan tidak menggunakan intro dari pihak luar tersebut. Contohnya paling gampangnya adalah kasus Tari Pendet.

Hal tersebut membuat saya bertanya-tanya, kenapa banyak sekali program-program dokumenter di Discovery Channel yang membahas tentang Malaysia. Kenapa jarang sekali Indonesia diangkat ke dalam film dokumenter di channel-channel seperti ini. Atau kah mungkin karena jarang sekali di Indonesia membuat film dokumenter yang benar-benar bermutu dan berkualitas international? Padahal banyak sekali yang bisa diangkat menjadi suatu film dokumenter di Indonesia ini.

Kalau saya perhatikan film dokumenter Enigmatic Malaysia, kayaknya Indonesia pasti bisa membuat film dokumenter sejenis yang jauh lebih bagus. Atau mungkin karena di Indonesia banyak pihak-pihak pemilik dana berpikir kalau film dokumenter itu tidak bagus ratingnya dan membutuhkan biaya serta waktu yang tidak sedikit untuk melalukan risetnya? Jadi lebih memilih untuk membuat sinetron yang tiada henti.

Padahal kan apabila banyak yang membuat film-film dokumenter tentang Indonesia dan sangat berkualitas, pasti banyak pihak-pihak asing yang membelinya. Sehingga masyarakat dunia pun bisa mengetahui lebih dalam tentang Indonesia melalui film dokumenter tersebut. Indonesia juga tidak perlu khawatir apabila ada yang mengklaim suatu budaya, karena masyarakat dunia sudah mengetahuinya terlebih dahulu dari tayangan-tayangan film dokumenter.

Alasan Discovery Channel buat promosi sendiri karena film dokumenter KRU itu banyak permintaan dari berbagai negara Eropa. (source: Media Indonesia)

Untuk mendukung dibuatnya film-film dokumenter, sudah ada salah satu stasiun televisi swasta yang menyelenggarakan suatu kompetisi bernama Eagle Awards. Selain itu, saya juga baru tahu ternyata ada ajang sejenis yang digelar tahunan juga, yaitu Festival Film Dokumenter Indonesia. Mudah-mudahan saja ke depannya semakin banyak pihak-pihak yang mendukung (khususnya masalah pendanaan) dan berkeinginan membuat film-film dokumenter mengenai Indonesia, daripada marah-marah ngk jelas yang kadang tidak ada aksi lanjutan setelahnya (terlupakan kembali isunya karena ada berita lain yang menutupinya).