Bengkel Mobil

Saya termasuk orang yang tidak terlalu tahu banyak tentang masalah mesin mobil atau pun mesin-mesin kendaraan lainnya. Makanya, apabila ke bengkel benar-benar terima jadi karena memang tidak mengerti. Kemarin saya akhirnya harus berurusan dengan perbengkelan karena bokap saya minta tolong untuk mengecek salah satu ban mobilnya.

Jadi ceritanya begini, sehari sebelumnya, bokap saya bilang kalau salah satu ban mobilnya tertusuk sebuah mur. Awalnya bokap saya tersebut ingin mencabutnya sendiri, tetapi mengurungkan niatnya karena khawatir mur tersebut sangat lah panjang dan bisa mengakibatkan ban kempes. Oleh karena itu, bokap saya meminta tolong kepada ku untuk membawanya ke bengkel terdekat untuk memeriksa. Kayaknya kata-katanya jadi terlalu baku banget, he he he…. maaf…

Keesokan harinya, langsung lah saya ke bengkel terdekat (bukan bengkel resmi dari merk mobil bokap saya). Sesampainya di tempat, sempet rada-rada bingung karena baru pertama kalinya kesana. Untung saja ada salah satu staffnya yang mengarahkan kemana saya harus memarkir kendaraan tersebut (bener ngk ya ada kata ‘memarkir’, agak aneh rasanya). Staff tersebut langsung berdiri di sebelah pintu mobil saya itu dan kemudian menanyakan ingin ngapain, dan saya langsung menjelaskan keperluan saya ke bengkel tersebut adalah bla bla bla bla bla… Staff tersebut langsung memerikas mur yang menancap di salah satu ban di mobil dan langsung mencoba mencabutnya memakai sendok. Ternyata mur tersebut tidak terlalu panjang, alias tidak menyebabkan kebocoran sama sekali.

Staff lainnya mencoba untuk menawarkan untuk di salon mobil bokap saya itu, tapi cepat-cepat saya bilang tidak. Entah kenapa staff yag pertama tadi celingak-celinguk ke tempat lain di bengkel tersebut, dan dari bahasa tubuhnya terkesan ingin meminta kunci saya tersebut. Kemudian saya bilang tolong di cek juga ban serep yang ada di bagasi, karena kempes. Akhirnya karena sepertinya staff tersebut minta kunci mobil, saya serahkan juga kunci mobil tersebut. Saya pikir mungkin mobil tersebut mau dipindahkan ke tempat lain yang agak lebih lega untuk ngecek ulang ban yang tadi tertusuk mur. Setelah saya berikan kuncinya, saya tinggal ke ruang tunggu dan baca novel yang tak kunjung usai dibacanya sampai sekarang (sebenarnya sih karena males).

Beberapa menit kemudian, saya mencoba mengecek mobil saya tersebut. Dan tahu tidak, ternyata mobil bokap saya tersebut sedang dicuci… Kayaknya staff-staff disitu tingkat inisiatifnya tinggi banget deh, tetapi terlalu berlebihan. Customer mintanya apa, malah yang lain dikerjaiinnya, yang sebenarnya ngk diminta. Pada saat itu ngk mungkin juga kan dibatalkan karena sudah setengah jalan. Malahan sampai akhirnya, ban serep ngk diapa-apain alias cuman dicuci saja itu mobil.

Saya protes lah ke staff yang lainnya, tapi staff tersebut hanya bilang ya ya ya ya ya…. Walaupun pada akhirnya diperiksa juga sih ban serepnya dan dibenerin. Tapi ya itu, rada-rada kesel aja dengan inisiatifnya, jadinya sedikit mengeluarkan biaya lebih dan waktu yang terbuang lebih banyak.