3D @ Blitzmegaplex

Mulai awal April lalu, penonton setia bioskop di Indonesia telah disuguhi oleh tontonan 3D dengan teknologi terbaru. Berbeda dengan teknologi 3D sebelumnya, dengan teknologi RealD penonton tidak perlu lagi menggunakan kacamata 2 warna seperti dahulu kala yang kadang membuat pusing pemakainya. Kacamata model terbaru ini terlihat sama seperti kacamata hitam pada umumnya.

Dua kali sudah saya mencoba menonton dua film 3D berbeda di Blitzmegaplex. Kesan yang muncul pada saat pertama kali muncul sangatlah mengagetkan, karena benar-benar diluar dugaan. 3Dnya benar-benar muncul dan seolah-olah keluar dari layar tersebut. Apalagi pada saat menonton Ice Age 3, kepala T-Rex seperti keluar dari layar, dan salju/daun bertebaran di dalam ruangan teater tersebut. Kesan berbeda didapat oleh teman saya yang mengatakan biasa saja setelah nonton film 3D di jaringan 21 Cineplex. Mungkin karena teknologi yang diterapkan berbeda kali ya. Kalau tidak salah menggunakan teknologi Dolby Digital Cinema 3D. Mudah-mudahan kalimat sebelum ini bukan termasuk pencemaran nama baik, he he he…

Kacamata 3D di Blitz Megaplex

Kacamata 3D di 21 Cineplex

Balik lagi ke RealD, tidak usah khawatir bagi pengguna kacamata minus atau semacamnya, karena tetap dapat menggunakan kacamata khusus 3D ini yang katanya sangat mahal harganya. Walaupun akibat di double, kacamatanya jadi sering banget merosot, alhasil sering megang-megangin kacamata deh agar mendapatkan posisi yang pas. Ini mungkin karena dudukan si kacamata pada hidung sudah dikuasai oleh kacamata si penggunanya, sehingga dudukan kacamata 3D tidak ada lagi alias agak terlalu ke bawah hidung.

Bagi yang belum mencoba, coba deh. Tapi mungkin jangan nonton film UP 3D karena efeknya tidak terlalu banyak. Coba saja nonton film G-Force yang belum tahu kapan tayangnya. Kalau melihat dari trailernya, benar-benar penuh efek 3D yang bisa membuat penonton terkejut.